Bukan rahasia lagi negara kita ini penganut sistem demokrasi. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap hal apa yang akan terjadi dalam proses demokrasi itu. Tidak ter kecuali Purbalingga sebagai kota kecil. Yang pada bulan ini akan di adakan PEMILU KADA PILBUP periode 2010-2015.
Sudah di gembor-gemborkan hingga pelosok desa yang terpencil sekalipun akan di adakannya pemilihan kepala daerah yaitu pemilihan bupati. Dan mulai tanggal 1 April kemarin kampanye para calon bupati sudah dimulai. Terdapat 3 calon bupati yang "berkompetisi" di dalamnya. Kesemuanya beradu menjadi bupati, dengan fair tentunya.
Hak pilih atau enfranchise dimiliki oleh setiap individu yang syarat dan ketentuannya sudah terpenuhu berdasar undang-undang. Terdapat lebih dari 950.000 warga akan memilih pada tanggal 18 April mendatang.
Sabtu, 03 April 2010
Rabu, 24 Maret 2010
Bissmillahi rohmanirohiimm...
Orang gila sudah menggila nakin gila tatkala disapa dan di sanjung " Hai orang GILA...."
Apa tanggapan anda? Emosi? jika itu anda? Kenapa?
Jangan bohong lah.. Semua orang juga merasa. Apa itu nama nya "Emosi". Menurut yang pernah saya baca, kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. "Motivasi" juga diturunkan dari movere.
Itu adalah istilah yang ber hubungan erat dengan perasan, pikiran dan perilaku yang terdapat dalam suatu kepribadian mental atau fisiologis. Semua orang baik tua, muda, besar, kecil, kaya, miskin, dan orang-orang yang "kepribadiannya" minus pun punya apa itu emosi.
Emosi ini seperti layak nya api. Bermanfaat, namun juga ber akibat. Entah baik atau buruk semua di nilai dari cara kita kendalikan emosi itu. Dan..menurut yang saya amati.. Seorang akan lebih cepat menyatakan bahwa dirinya itu emosi ketika melalui proses dialog yang saling bertentangan. Maksudnya..emosi lebih cepat tersulut ketika kita melaksanakan "Debat".
Eitt.. Tunggu dulu..di atas sudah di buka bentuk emosi bukan hanya marah. Senyum, ketawa, nangis, diam, dan banyak lagi yang lain nya..
Dan ketika orang tersebut sudah atau hampir merasa bahwa pendapatnya "di kalahkan" merasa hal yang sama. itu emosi..
"Jangan emosi dulu lah bung..." Ini waktu adanya penjelasan yang tidak diterima.
Lha koq jadi amburadul ini tulisan... Waah wahh.. maaf saudara sekalian saya agak nglantur..
Kita lanjut kan.
Emosi itu ditunjukan oleh masing-masing manusia secara berbeda. Ya memang sudah takdir Tuhan manusia diciptakan berbeda.
Seorang perampok misalnya. Dia memberikan bentuk emosi dengan merampas hak yang bukan untuk diringa. Bahkan dengan kekerasan, hanya untuk memenuhi emosi yang dia punyai. dalam pribadinya mungkin dia punya rasa bersalah sebagai anti pati emosi yang dia lakukan. Dan pencitraan individu seperti ini tidak terlihat oleh orang lain.
Pencitraan atau lebih akrab dengan kata-kata penggambaran individu dapat terlihat dengan jelas melalui emosi tersebut. Orang dikatakan "jahat" jika dia gagal me-manage emosi yang dia punya sehingga pa yang ia lakukan seolah tanpa batas. Sekehendak hati nya sendiri dalam hal apa pun. Orang di katakan "baik" jika seorang tersebut sukses mengatur, membatasi dan mengatasi emosi dalam dirinya. Saya rasa untuk yang ini sudah paham semua.
Jadiiiiiiii........... Emosi bukan "amarah" seperti sangkaan orang. Bukan pula Perbuatan yang tidak lazim..atau membunuh..atau teriak sekuat-kuatnya atau juga makan yang banyak sampai over weight..
Itu hanya bentuk nya.. Betull??
Emosi bukan hal yang menakutkan. Karena setiap individu memilikinya. Siapa yang berhasil mengatur, membatasi dan mengatasi masing-masing "Emosi" yang Kita miliki.. Hasilnya..
Banggalah Anda menjadi Orang Yang sukses..
Okeh.. terima kasih telah membaca pikiran saya.. semoga bermanfaat..
Billahitaufik wal hidayah..
wasssalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuuh..
Orang gila sudah menggila nakin gila tatkala disapa dan di sanjung " Hai orang GILA...."
Apa tanggapan anda? Emosi? jika itu anda? Kenapa?
Jangan bohong lah.. Semua orang juga merasa. Apa itu nama nya "Emosi". Menurut yang pernah saya baca, kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. "Motivasi" juga diturunkan dari movere.
Itu adalah istilah yang ber hubungan erat dengan perasan, pikiran dan perilaku yang terdapat dalam suatu kepribadian mental atau fisiologis. Semua orang baik tua, muda, besar, kecil, kaya, miskin, dan orang-orang yang "kepribadiannya" minus pun punya apa itu emosi.
Emosi ini seperti layak nya api. Bermanfaat, namun juga ber akibat. Entah baik atau buruk semua di nilai dari cara kita kendalikan emosi itu. Dan..menurut yang saya amati.. Seorang akan lebih cepat menyatakan bahwa dirinya itu emosi ketika melalui proses dialog yang saling bertentangan. Maksudnya..emosi lebih cepat tersulut ketika kita melaksanakan "Debat".
Eitt.. Tunggu dulu..di atas sudah di buka bentuk emosi bukan hanya marah. Senyum, ketawa, nangis, diam, dan banyak lagi yang lain nya..
Dan ketika orang tersebut sudah atau hampir merasa bahwa pendapatnya "di kalahkan" merasa hal yang sama. itu emosi..
"Jangan emosi dulu lah bung..." Ini waktu adanya penjelasan yang tidak diterima.
Lha koq jadi amburadul ini tulisan... Waah wahh.. maaf saudara sekalian saya agak nglantur..
Kita lanjut kan.
Emosi itu ditunjukan oleh masing-masing manusia secara berbeda. Ya memang sudah takdir Tuhan manusia diciptakan berbeda.
Seorang perampok misalnya. Dia memberikan bentuk emosi dengan merampas hak yang bukan untuk diringa. Bahkan dengan kekerasan, hanya untuk memenuhi emosi yang dia punyai. dalam pribadinya mungkin dia punya rasa bersalah sebagai anti pati emosi yang dia lakukan. Dan pencitraan individu seperti ini tidak terlihat oleh orang lain.
Pencitraan atau lebih akrab dengan kata-kata penggambaran individu dapat terlihat dengan jelas melalui emosi tersebut. Orang dikatakan "jahat" jika dia gagal me-manage emosi yang dia punya sehingga pa yang ia lakukan seolah tanpa batas. Sekehendak hati nya sendiri dalam hal apa pun. Orang di katakan "baik" jika seorang tersebut sukses mengatur, membatasi dan mengatasi emosi dalam dirinya. Saya rasa untuk yang ini sudah paham semua.
Jadiiiiiiii........... Emosi bukan "amarah" seperti sangkaan orang. Bukan pula Perbuatan yang tidak lazim..atau membunuh..atau teriak sekuat-kuatnya atau juga makan yang banyak sampai over weight..
Itu hanya bentuk nya.. Betull??
Emosi bukan hal yang menakutkan. Karena setiap individu memilikinya. Siapa yang berhasil mengatur, membatasi dan mengatasi masing-masing "Emosi" yang Kita miliki.. Hasilnya..
Banggalah Anda menjadi Orang Yang sukses..
Okeh.. terima kasih telah membaca pikiran saya.. semoga bermanfaat..
Billahitaufik wal hidayah..
wasssalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuuh..
Diposting oleh
Fajar Tembong
di
05.15
Kamis, 25 Februari 2010
Kisahnya Singkat Cuma Semalam
Datang, duduk, dengarkan mereka disana bicara..
Nda bisa kalo cuma diam saja, tapi apa mau dikata. Otak ngga cukup bt nandingi 3 Doktor yang aku dampingi. Ya dan nggih saja yang diucap. bertambah lagi beban tatkala 5 lagi anggota dari golongan tua datang yang turut memberi wejangan.. terasa sepi akhirnya diriku ini..
Melangkah menjauh, tak kuhirau para sepuh disana.. Hufhs...entah apa pikirku baru saja..hingga tak bisa berucap lebih banyak..
terlihat bangku kayu reot menyambut datangku dari kawanan. kembali dalam duduk tersendiri. sedikit lelah temani aku malam ini..tapi iblis semakin kuat merayu untuku rebah dalam malam.. Tak kuasa juga raga menahannya. Satu lagi teman datang hampiri aku. Tapi jauh disana tanpa aku tahu dari mana asalnya..
Menatap tajam hingga aku yang mengalah. banyak teman2 yang ia punya diatas sana.
Aku lihat satu dari mereka berlari secepat kedipan mata. Dengan ekor putih panjang dan kepala nan bersinar.. lalu hilang entah kemana. Semilir dingin menampar wajahku. Ramai manusia tadi tak lagi aku dengarkan.. hanya sendiri saja aku terbaring. Aku panggil seorang kawanku yang jauh disana, tak ia dengar. Apa dia tak melihatku? Tidak juga. Baru saja aku kirimkan pesan singkat pengantar tidur. secepat itukah ia mengantarku dalam mimpi..
Dering handphone yang ku simpan buyarkan semua anganku tentang dia. Tak patah arang lagi2 dengan mudah ku dapatkan dia dalam lamunanku. Bernyanyi kecil seolah dia di sampingku, dan harapku pun demikian. Tahukah dia aku yang disini..
Semalam tadi aku sendiri mengenang suatu yang kecil hingga membuat aku tertawa, termenung, teringat semuanya..
Malam tadi bukanlah malam. Malam tadi adalah aku yang menunggu Dia untuk pagiku.
Lihat: Lengkap | Ringkas
* Catatan Saya
* Catatan tentang Saya
* Draf
Belalang Tua
Bagikan
08 Februari 2010 jam 10:16 | Sunting Catatan | Hapus
Diunggah melalui Facebook Seluler
Sedikit celah telah hilang. Cerita belalang tua menangis di tengah gerimis hujan siang tadi. Tatkala mentari terus menyinari kaki dan sayap nya. Tak mudah untuk semuanya berjalan meski bimbang tlah sirna malam tadi.
Berjuang mencari cinta kasih yang tersembunyi dalam tanah.
Mengais darah dan nanah demi senyum cerianya.
Disini.
Belalang tua menunggu hati nya yang damai. Dalam sepi dan sedu sedan mengarah haru pilu. Mengucur peluh tiap jengkal nafas nya.
Bernyanyi terisak. Teriakkan diri dalam amarah penyesalan.
Belalang tua.
Disana seorang menunggu mentari pertama menitik cakrawala. Berharap dan ber angan. Menanti dan merenung. Gelisah waktu sang fajar untuk senym indah nya.
Sangalan itu tak mudah pupus dengan tangis. Hanya tujuan semula ia dapatkan. Tanpa harus refisi apa arti bahagia.
Tersenyumlah sayang. Jiwa ini gundah melewati malam.
Bangunlah sayang. Hati ini resah menunggu pagi.
Cerialah seperti sedia kala. Tawa riang itu kian sepi tanpamu.
Diperbarui 2 minggu yang lalu · Komentari · Tidak SukaSuka
Anda dan Riki Guntara menyukai ini.
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
pUitis bgd ,lo q dosen b.IndonesiA ta biji 8 1/4
he3x..
09 Februari jam 6:28 melalui Facebook Seluler ·
'Tembong's Bani Gasda
'Tembong's Bani Gasda
Asli q emoh mg 8 1/4.hehe.. 9 y..
Kiey kn d agkt dr fkta yg bner2 real..
Mykut hdup n khdupn 1 nywa.. Halah..mulai neh..
09 Februari jam 7:07 melalui Facebook Seluler ·
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
Bayar y dEla maning valentine ,bAyar kro cokLAt bAng . .
engko ta nile 8 1/2 wiz hahaha. .
Sing sbr ae y bAng temboNg ,
q be iz rujuk ko,msa kakangq lg brduka..
Y ora pren..
09 Februari jam 15:33 melalui Facebook Seluler ·
Tulis komentar...
Dear God
Bagikan
12 Januari 2010 jam 20:53 | Sunting Catatan | Hapus
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade...
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
suasana malam..
Diperbarui sekitar sebulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Moska AgaRyzka Raikkete
Moska AgaRyzka Raikkete
deneng lirik lagune avanged sevenfold
23 Januari jam 11:29 ·
'Tembong's Bani Gasda
'Tembong's Bani Gasda
Seneng ae.. Kye tok..
23 Januari jam 11:33 melalui Facebook Seluler ·
Moska AgaRyzka Raikkete
Moska AgaRyzka Raikkete
seneng gunslinger, almost easy, city of evil?
23 Januari jam 11:36 ·
Tulis komentar...
Mengatakan Diri Bangsat
Bagikan
07 Desember 2009 jam 23:44 | Sunting Catatan | Hapus
Mungkin satu dalam berucap tak pernah ada kata dimana kita marah mendengarnya. Satu saja. Dan itu aku dengar setiap saat. Ga' akan berheti dan entah sampai kapan aku terus mendengarnya. Dan yang parahmenghindar tak bisa,menutup telingap un tak berguna. Seorang pernah berucap " ASU KO", " BAJINGAN" , "BANGSAT".. Itu.
Orang dengan kesabaran super pun akan mempunyai setitik rasa marah, dongkol, ingin membalas..bahkan menjadi pendendam. Suatu emosi sangat labil ketika salah satu atau bahkan lebih atau semua dari kata kata itu terucap. Pikiran hilang. Hanya emosi. Emosi. Dan Emosi.
Sabar masih ada karena sabar yang kita punya tak tebatas. Tapi melihat keadaan yang gila menjadikan perasaan kita dipermainkan. Saya takutkan itu membuat saya menjadi pendendam. Atau bahkan orang lain yang membuat saya gila akan trauma akan tindakan saya.
Saya akui emosi yang saya punya labil. Banyak hal yang tidak saya suka namun terus saja saya mendapatkannya dari orang lain. Banyak hal membuat saya terus berpikir apa yang harus mereka lakukan untuk ini. Agar mereka mengerti dimana posisi saya atas sesuatu yang harus mereka hormati. Atau merekalah tujuan terakhir trauma itu berjalan.
Pernah suatu ketika saya mendapat peran asli(bukan drama atau bohongan). Disan tempat banyak orang berkumpul hanya untuk menghibur diri. Tak terkecuali mereka yang sedang bermasalah bnayak datang untuk sejenak melupakan masalah itu. Dan mungkin orang seperti inilah yang saya temui. Aromanya sudah berbeda tak seperti orang sehat. Khas Mansion House. Dan saya hafal itu. Tiga orang temannya di belakang sama juga bermata merah. Satu dari mereka mendekat minta rokok. Apa pikiran anda??
Setelah beberapa saat saya lupa masalah saya. muncullah lagi masalah itu ditambah 4 orang masalah baru yang hanya ber tiga penyelesai masalah. "Ga ada Mas" dan hanya itu yang kami beri. mulanya kanya satu kata mereka ucap. "ASU".
Saya hanya berdiri perhatikan mereka.
"ASU KO".
Tak ada pikiran lagi. Satu kursi ke kepala. Plang pembatas. Botol. Gelas. Meja. dan tangan kosong. terakhir.
Dan sudah saya akhiri.
Dengan 4 korban muka bonyok.
dari sana apa? hanya kata BANGSAT.
BAJINGAN.
selelu disini..
Ditulis sekitar 3 bulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Didix Osrad Putra menyukai ini.
Edwing Majnun Isnanto
Edwing Majnun Isnanto
ya ko nenggun asu keplak ana balan3e,,hwkhwk
10 Desember 2009 jam 0:34 ·
'Tembong's Bani Gasda
'Tembong's Bani Gasda
ya kudune ngono..
masa asu d jegogi asu meneng bae..
10 Desember 2009 jam 0:37 ·
Tulis komentar...
Amor Fati
Bagikan
25 Oktober 2009 jam 23:32 | Sunting Catatan | Hapus
Semilir gersang raga tuah bersaji.
Menjulang langit bertampuk sunyi riuh iblis.
Jualah apa dia berkata tak mudah bimbang terus bertaji. Bukan itu maksud tanah menghembus hawa Amor menari dalam lumpuh layu..
Agung wahana Mu ku injak tanpa binasa tujuh langit pun mengerang ampun sejadi bumi tanpa air.
Sungkan diam kata pun meledak hujam dasar iman penyamun malam.
Tetes darah tak ayal artimu hilang berulang langkah yang kau lewati.
Putih mulai terbahak terbelalak telaah miskin kita.
Meski hujan bukan air. Meski matahari penuh debu. Meski hati sekeras api.
Hitam berdebu wajah riang Sang Pengatur. Bak catur kalah ia lari menang pun menangis.
Demi..
Demi apa?
Demi apa pun isi angan..
Apa?
Tahu apa kamu?
Bodoh kalian semua..
Aku bukan kalian. Aku ini sendiri.
Persetan apa maumu.
Wahai langit sempurnamu tak ia berikan bukan lain Dia akhirnya.
Manusiamu tak cukup goyah gundahkan tatap ujung nadi kucur nyawa hidup raga ini!
Hina lah hanya kau tempati nama atas batu bumi.
Amor Fati.
Raga jiwa anugrah Mu. Di jalan Mu terlalu berliku mengukir hati laksana hujan permata hingga mati.
Diperbarui sekitar 4 bulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Drastistia Nugrahantika menyukai ini.
Lihat ke-72 komentar
Tulis komentar...
Malam Tadi #3
Bagikan
15 Juli 2009 jam 0:51 | Sunting Catatan | Hapus
Meski matahari ke 5 berganti sudah, tak mudah bagiku membuang muka. Jejaknya selalu ku lihat dengan jelas. Langkah pahit yang aku tinggalkan,haramkan aku menjadi orang bijak. Hilangkah semua asa ku untuk tegar kembali? Hingga sesekali Ia datang dalam mimpi dan angan palsu ini.
Mencoba tuk membutakan diri,tapi sulit mata ini terpejam. Bayangnya yang tlah hilang tak lagi aku rasa ada sisi biru itu. Sisi hitam lah sudah semua yang ku alami. Aku ini lah kesalahan terbesar dalam hidup. Berharap bintang yang ku gapai,menanti fajar pada esok pagi. Tapi malam tetap lah malam yang selalu kelam. Bintang pun enggan bersinar. Kabut hitam lah yang selalu aku rasa.
Sesal tak hentinya berteriak mohon ampun. Ingin dia pergi menjauh dari kehidupan semu ini. Aku lah egios itu,tak mampu aku kunci bathin gundah raga yang lain. Dari setengah perjalanan hidup yang belum aku temukan. Mengais sampah-sampah dari jilatan api sepi malam ini. Tak lagi ku rasa kan hangatnya dalam pelukmu.
Bukan lah aku harapan untuk pagi itu,setumpuk masa lalu buram ada padaku. Ingin kembali waktu yang lalu memutar detik saat ku jatuh. Mengenang hari-hari yang sombong menghina ku. Lihat matahari malam itu nan indah. Saat ku tak punyai beban hingga beban itu terjatuh di atas ku.
Takut pun tidak apalagi yang kamu tunggu? Lari lah sejauh apa ia datang. Banyak rahasia belum kau rasa. Tak guna asa kamu pendam. Hancur lah semua karang aral jalanmu itu. Setengah hidupmu di ujung dunia ini,tak ayal hingga sayap patah mu kau ajak terbang, jemput ia di surga.
Hingga mati pun takan lagi kau hidup.
Satu kesempatan takan lagi kau dapat.
Karna waktu tak mampu kau putar.
Dia lah menunggu di sana.
Dia lah setengah dari semua yang kau punya.
Diperbarui sekitar 7 bulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Aiyniefutihatoel Sukkaa Lemot
Aiyniefutihatoel Sukkaa Lemot
pada2 ora mudengi!wkwkwk..
ora ding guyon lah..
bdw emg lg neng jogja??weleh..weleh..
15 Juli 2009 jam 21:49 ·
Tunggul Saputra
Tunggul Saputra
Mbong, kalimate sedih tmen, ngebir bae yuk..
17 Juli 2009 jam 21:33 ·
Tulis komentar...
Malam Tadi #2
Bagikan
12 Juli 2009 jam 2:05 | Sunting Catatan | Hapus
Sulit untuk aku mengerti hingga pikiran yang aku punya buyar entah kemana. Dan ternyata bulan memata-mataiku dari sana. Meski tersembul cahaya kuning darinya,tak kulihat wajahnya dalam anganku.
Dan aku terdiam,hanya terdiam tanpa sedikitpun kata2 yang ku ucap. Hilang semua kata yang bisa aku eja. Tiada ampun,terus Dia tatap aku hingga aku kalah,ataukah mengalah?
Mengalah?
Mengapa hanya itu yang bisa aku terima? Bukankah selama ini tak pernah ku lakukan?
Tapi inilah kenyataan. Suatu yang pernah hilangkan akal sehat ku, matikan pikir ku, dan hentikan laju anganku ketika satu harapan besar sudah aku hapus. Ada apa dengan diriku malam ini. Sangat berbeda dengan aku yang kemarin.
Satu lagi tak pernah aku mengerti. Senyum,tak lain pada sisi biru seorang manusia. Sisi yang paling terjal dalam kehidupan manusia. Sangat manis di berikan,pedih duka tetap Dia rasakan. Sungguh, sangat sangat mengejutkan tidur sang dewi malam ini.
Sunyi.. Sepi.. Diam..
Dalam malam tersembunyi,terkubur dalam mimpi, terbuai bayangan semu. sepintas sapaannya terdengar lirih. Sayup terbawa angin malam,sangat dingin menggigil. Sendirilah di atas bangku ini ku ungkap semua angan yang pernah ku rasa. Peduli apa tentang rasa ku. Persetan! Bodoh aku ini. Melangkahlah kamu lebih jauh,jangan lagi berpaling selagi angin mlam tetap menghembus. Tapi aku hanya ingin sendiri, renungi malam tadi.
Waktu tak mau lagi memberiku ruang tawa. Iblis iblis disana,mengumpat diriku ini. Mencaci lemahnya aku ini. Tapi Malaikat? Hanya tersenyum menatap wajahku yang muram. Menusuk tajam dalam hati,mencari salah dalam hatiku.
Lagi lagi aku tinggalkan mereka semua. Satu satu langkah kaki lemah ini aku ayunkan. Menopang jiwa lelah tak bertuan. Menatap titik-titik cahaya bintang dalam jemari tangan seraya harap. Menyusurii langkah kelam jalan hitam malam ini. Melangkah dan melangkah tanpa arah tujuan. Terjang semua aral rintang jalan itu. Tatkala waktu memaksa diam hatiku. Hingga terbaring tanpa angan jiwa lemah raga ini.
Meski matahari ke 5 berganti sudah, tak mudah bagiku membuang muka. Jejaknya selalu ku lihat dengan jelas. Langkah pahit yang aku tinggalkan,haramkan aku menjadi orang bijak. Hilangkah semua asa ku untuk tegar kembali? Hingga sesekali Ia datang dalam mimpi dan angan palsu ini.
Mencoba tuk membutakan diri,tapi sulit mata ini terpejam. Bayangnya yang tlah hilang tak lagi aku rasa ada sisi biru itu. Sisi hitam lah sudah semua yang ku alami. Aku ini lah kesalahan terbesar dalam hidup. Berharap bintang yang ku gapai,menanti fajar pada esok pagi. Tapi malam tetap lah malam yang selalu kelam. Bintang pun enggan bersinar. Kabut hitam lah yang selalu aku rasa.
Sesal tak hentinya berteriak mohon ampun. Ingin dia pergi menjauh dari kehidupan semu ini. Aku lah egios itu,tak mampu aku kunci bathin gundah raga yang lain. Dari setengah perjalanan hidup yang belum aku temukan. Mengais sampah-sampah dari jilatan api sepi malam ini. Tak lagi ku rasa kan hangatnya dalam pelukmu.
Bukan lah aku harapan untuk pagi itu,setumpuk masa lalu buram ada padaku. Ingin kembali waktu yang lalu memutar detik saat ku jatuh. Mengenang hari-hari yang sombong menghina ku. Lihat matahari malam itu nan indah. Saat ku tak punyai beban hingga beban itu terjatuh di atas ku.
Takut pun tidak apalagi yang kamu tunggu? Lari lah sejauh apa ia datang. Banyak rahasia belum kau rasa. Tak guna asa kamu pendam. Hancur lah semua karang aral jalanmu itu. Setengah hidupmu di ujung dunia ini,tak ayal hingga sayap patah mu kau ajak terbang, jemput ia di surga.
Hingga mati pun takan lagi kau hidup.
Satu kesempatan takan lagi kau dapat.
Karna waktu tak mampu kau putar.
Dia lah menunggu di sana.
Dia lah setengah dari semua yang kau punya.
Nda bisa kalo cuma diam saja, tapi apa mau dikata. Otak ngga cukup bt nandingi 3 Doktor yang aku dampingi. Ya dan nggih saja yang diucap. bertambah lagi beban tatkala 5 lagi anggota dari golongan tua datang yang turut memberi wejangan.. terasa sepi akhirnya diriku ini..
Melangkah menjauh, tak kuhirau para sepuh disana.. Hufhs...entah apa pikirku baru saja..hingga tak bisa berucap lebih banyak..
terlihat bangku kayu reot menyambut datangku dari kawanan. kembali dalam duduk tersendiri. sedikit lelah temani aku malam ini..tapi iblis semakin kuat merayu untuku rebah dalam malam.. Tak kuasa juga raga menahannya. Satu lagi teman datang hampiri aku. Tapi jauh disana tanpa aku tahu dari mana asalnya..
Menatap tajam hingga aku yang mengalah. banyak teman2 yang ia punya diatas sana.
Aku lihat satu dari mereka berlari secepat kedipan mata. Dengan ekor putih panjang dan kepala nan bersinar.. lalu hilang entah kemana. Semilir dingin menampar wajahku. Ramai manusia tadi tak lagi aku dengarkan.. hanya sendiri saja aku terbaring. Aku panggil seorang kawanku yang jauh disana, tak ia dengar. Apa dia tak melihatku? Tidak juga. Baru saja aku kirimkan pesan singkat pengantar tidur. secepat itukah ia mengantarku dalam mimpi..
Dering handphone yang ku simpan buyarkan semua anganku tentang dia. Tak patah arang lagi2 dengan mudah ku dapatkan dia dalam lamunanku. Bernyanyi kecil seolah dia di sampingku, dan harapku pun demikian. Tahukah dia aku yang disini..
Semalam tadi aku sendiri mengenang suatu yang kecil hingga membuat aku tertawa, termenung, teringat semuanya..
Malam tadi bukanlah malam. Malam tadi adalah aku yang menunggu Dia untuk pagiku.
Lihat: Lengkap | Ringkas
* Catatan Saya
* Catatan tentang Saya
* Draf
Belalang Tua
Bagikan
08 Februari 2010 jam 10:16 | Sunting Catatan | Hapus
Diunggah melalui Facebook Seluler
Sedikit celah telah hilang. Cerita belalang tua menangis di tengah gerimis hujan siang tadi. Tatkala mentari terus menyinari kaki dan sayap nya. Tak mudah untuk semuanya berjalan meski bimbang tlah sirna malam tadi.
Berjuang mencari cinta kasih yang tersembunyi dalam tanah.
Mengais darah dan nanah demi senyum cerianya.
Disini.
Belalang tua menunggu hati nya yang damai. Dalam sepi dan sedu sedan mengarah haru pilu. Mengucur peluh tiap jengkal nafas nya.
Bernyanyi terisak. Teriakkan diri dalam amarah penyesalan.
Belalang tua.
Disana seorang menunggu mentari pertama menitik cakrawala. Berharap dan ber angan. Menanti dan merenung. Gelisah waktu sang fajar untuk senym indah nya.
Sangalan itu tak mudah pupus dengan tangis. Hanya tujuan semula ia dapatkan. Tanpa harus refisi apa arti bahagia.
Tersenyumlah sayang. Jiwa ini gundah melewati malam.
Bangunlah sayang. Hati ini resah menunggu pagi.
Cerialah seperti sedia kala. Tawa riang itu kian sepi tanpamu.
Diperbarui 2 minggu yang lalu · Komentari · Tidak SukaSuka
Anda dan Riki Guntara menyukai ini.
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
pUitis bgd ,lo q dosen b.IndonesiA ta biji 8 1/4
he3x..
09 Februari jam 6:28 melalui Facebook Seluler ·
'Tembong's Bani Gasda
'Tembong's Bani Gasda
Asli q emoh mg 8 1/4.hehe.. 9 y..
Kiey kn d agkt dr fkta yg bner2 real..
Mykut hdup n khdupn 1 nywa.. Halah..mulai neh..
09 Februari jam 7:07 melalui Facebook Seluler ·
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
UlulNurse PoenyaParadise UongKutha
Bayar y dEla maning valentine ,bAyar kro cokLAt bAng . .
engko ta nile 8 1/2 wiz hahaha. .
Sing sbr ae y bAng temboNg ,
q be iz rujuk ko,msa kakangq lg brduka..
Y ora pren..
09 Februari jam 15:33 melalui Facebook Seluler ·
Tulis komentar...
Dear God
Bagikan
12 Januari 2010 jam 20:53 | Sunting Catatan | Hapus
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade...
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
suasana malam..
Diperbarui sekitar sebulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Moska AgaRyzka Raikkete
Moska AgaRyzka Raikkete
deneng lirik lagune avanged sevenfold
23 Januari jam 11:29 ·
'Tembong's Bani Gasda
'Tembong's Bani Gasda
Seneng ae.. Kye tok..
23 Januari jam 11:33 melalui Facebook Seluler ·
Moska AgaRyzka Raikkete
Moska AgaRyzka Raikkete
seneng gunslinger, almost easy, city of evil?
23 Januari jam 11:36 ·
Tulis komentar...
Mengatakan Diri Bangsat
Bagikan
07 Desember 2009 jam 23:44 | Sunting Catatan | Hapus
Mungkin satu dalam berucap tak pernah ada kata dimana kita marah mendengarnya. Satu saja. Dan itu aku dengar setiap saat. Ga' akan berheti dan entah sampai kapan aku terus mendengarnya. Dan yang parahmenghindar tak bisa,menutup telingap un tak berguna. Seorang pernah berucap " ASU KO", " BAJINGAN" , "BANGSAT".. Itu.
Orang dengan kesabaran super pun akan mempunyai setitik rasa marah, dongkol, ingin membalas..bahkan menjadi pendendam. Suatu emosi sangat labil ketika salah satu atau bahkan lebih atau semua dari kata kata itu terucap. Pikiran hilang. Hanya emosi. Emosi. Dan Emosi.
Sabar masih ada karena sabar yang kita punya tak tebatas. Tapi melihat keadaan yang gila menjadikan perasaan kita dipermainkan. Saya takutkan itu membuat saya menjadi pendendam. Atau bahkan orang lain yang membuat saya gila akan trauma akan tindakan saya.
Saya akui emosi yang saya punya labil. Banyak hal yang tidak saya suka namun terus saja saya mendapatkannya dari orang lain. Banyak hal membuat saya terus berpikir apa yang harus mereka lakukan untuk ini. Agar mereka mengerti dimana posisi saya atas sesuatu yang harus mereka hormati. Atau merekalah tujuan terakhir trauma itu berjalan.
Pernah suatu ketika saya mendapat peran asli(bukan drama atau bohongan). Disan tempat banyak orang berkumpul hanya untuk menghibur diri. Tak terkecuali mereka yang sedang bermasalah bnayak datang untuk sejenak melupakan masalah itu. Dan mungkin orang seperti inilah yang saya temui. Aromanya sudah berbeda tak seperti orang sehat. Khas Mansion House. Dan saya hafal itu. Tiga orang temannya di belakang sama juga bermata merah. Satu dari mereka mendekat minta rokok. Apa pikiran anda??
Setelah beberapa saat saya lupa masalah saya. muncullah lagi masalah itu ditambah 4 orang masalah baru yang hanya ber tiga penyelesai masalah. "Ga ada Mas" dan hanya itu yang kami beri. mulanya kanya satu kata mereka ucap. "ASU".
Saya hanya berdiri perhatikan mereka.
"ASU KO".
Tak ada pikiran lagi. Satu kursi ke kepala. Plang pembatas. Botol. Gelas. Meja. dan tangan kosong. terakhir.
Dan sudah saya akhiri.
Dengan 4 korban muka bonyok.
dari sana apa? hanya kata BANGSAT.
BAJINGAN.
selelu disini..
Ditulis sekitar 3 bulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Didix Osrad Putra menyukai ini.
Edwing Majnun Isnanto
Edwing Majnun Isnanto
ya ko nenggun asu keplak ana balan3e,,hwkhwk
10 Desember 2009 jam 0:34 ·
'Tembong's Bani Gasda
'Tembong's Bani Gasda
ya kudune ngono..
masa asu d jegogi asu meneng bae..
10 Desember 2009 jam 0:37 ·
Tulis komentar...
Amor Fati
Bagikan
25 Oktober 2009 jam 23:32 | Sunting Catatan | Hapus
Semilir gersang raga tuah bersaji.
Menjulang langit bertampuk sunyi riuh iblis.
Jualah apa dia berkata tak mudah bimbang terus bertaji. Bukan itu maksud tanah menghembus hawa Amor menari dalam lumpuh layu..
Agung wahana Mu ku injak tanpa binasa tujuh langit pun mengerang ampun sejadi bumi tanpa air.
Sungkan diam kata pun meledak hujam dasar iman penyamun malam.
Tetes darah tak ayal artimu hilang berulang langkah yang kau lewati.
Putih mulai terbahak terbelalak telaah miskin kita.
Meski hujan bukan air. Meski matahari penuh debu. Meski hati sekeras api.
Hitam berdebu wajah riang Sang Pengatur. Bak catur kalah ia lari menang pun menangis.
Demi..
Demi apa?
Demi apa pun isi angan..
Apa?
Tahu apa kamu?
Bodoh kalian semua..
Aku bukan kalian. Aku ini sendiri.
Persetan apa maumu.
Wahai langit sempurnamu tak ia berikan bukan lain Dia akhirnya.
Manusiamu tak cukup goyah gundahkan tatap ujung nadi kucur nyawa hidup raga ini!
Hina lah hanya kau tempati nama atas batu bumi.
Amor Fati.
Raga jiwa anugrah Mu. Di jalan Mu terlalu berliku mengukir hati laksana hujan permata hingga mati.
Diperbarui sekitar 4 bulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Drastistia Nugrahantika menyukai ini.
Lihat ke-72 komentar
Tulis komentar...
Malam Tadi #3
Bagikan
15 Juli 2009 jam 0:51 | Sunting Catatan | Hapus
Meski matahari ke 5 berganti sudah, tak mudah bagiku membuang muka. Jejaknya selalu ku lihat dengan jelas. Langkah pahit yang aku tinggalkan,haramkan aku menjadi orang bijak. Hilangkah semua asa ku untuk tegar kembali? Hingga sesekali Ia datang dalam mimpi dan angan palsu ini.
Mencoba tuk membutakan diri,tapi sulit mata ini terpejam. Bayangnya yang tlah hilang tak lagi aku rasa ada sisi biru itu. Sisi hitam lah sudah semua yang ku alami. Aku ini lah kesalahan terbesar dalam hidup. Berharap bintang yang ku gapai,menanti fajar pada esok pagi. Tapi malam tetap lah malam yang selalu kelam. Bintang pun enggan bersinar. Kabut hitam lah yang selalu aku rasa.
Sesal tak hentinya berteriak mohon ampun. Ingin dia pergi menjauh dari kehidupan semu ini. Aku lah egios itu,tak mampu aku kunci bathin gundah raga yang lain. Dari setengah perjalanan hidup yang belum aku temukan. Mengais sampah-sampah dari jilatan api sepi malam ini. Tak lagi ku rasa kan hangatnya dalam pelukmu.
Bukan lah aku harapan untuk pagi itu,setumpuk masa lalu buram ada padaku. Ingin kembali waktu yang lalu memutar detik saat ku jatuh. Mengenang hari-hari yang sombong menghina ku. Lihat matahari malam itu nan indah. Saat ku tak punyai beban hingga beban itu terjatuh di atas ku.
Takut pun tidak apalagi yang kamu tunggu? Lari lah sejauh apa ia datang. Banyak rahasia belum kau rasa. Tak guna asa kamu pendam. Hancur lah semua karang aral jalanmu itu. Setengah hidupmu di ujung dunia ini,tak ayal hingga sayap patah mu kau ajak terbang, jemput ia di surga.
Hingga mati pun takan lagi kau hidup.
Satu kesempatan takan lagi kau dapat.
Karna waktu tak mampu kau putar.
Dia lah menunggu di sana.
Dia lah setengah dari semua yang kau punya.
Diperbarui sekitar 7 bulan yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Aiyniefutihatoel Sukkaa Lemot
Aiyniefutihatoel Sukkaa Lemot
pada2 ora mudengi!wkwkwk..
ora ding guyon lah..
bdw emg lg neng jogja??weleh..weleh..
15 Juli 2009 jam 21:49 ·
Tunggul Saputra
Tunggul Saputra
Mbong, kalimate sedih tmen, ngebir bae yuk..
17 Juli 2009 jam 21:33 ·
Tulis komentar...
Malam Tadi #2
Bagikan
12 Juli 2009 jam 2:05 | Sunting Catatan | Hapus
Sulit untuk aku mengerti hingga pikiran yang aku punya buyar entah kemana. Dan ternyata bulan memata-mataiku dari sana. Meski tersembul cahaya kuning darinya,tak kulihat wajahnya dalam anganku.
Dan aku terdiam,hanya terdiam tanpa sedikitpun kata2 yang ku ucap. Hilang semua kata yang bisa aku eja. Tiada ampun,terus Dia tatap aku hingga aku kalah,ataukah mengalah?
Mengalah?
Mengapa hanya itu yang bisa aku terima? Bukankah selama ini tak pernah ku lakukan?
Tapi inilah kenyataan. Suatu yang pernah hilangkan akal sehat ku, matikan pikir ku, dan hentikan laju anganku ketika satu harapan besar sudah aku hapus. Ada apa dengan diriku malam ini. Sangat berbeda dengan aku yang kemarin.
Satu lagi tak pernah aku mengerti. Senyum,tak lain pada sisi biru seorang manusia. Sisi yang paling terjal dalam kehidupan manusia. Sangat manis di berikan,pedih duka tetap Dia rasakan. Sungguh, sangat sangat mengejutkan tidur sang dewi malam ini.
Sunyi.. Sepi.. Diam..
Dalam malam tersembunyi,terkubur dalam mimpi, terbuai bayangan semu. sepintas sapaannya terdengar lirih. Sayup terbawa angin malam,sangat dingin menggigil. Sendirilah di atas bangku ini ku ungkap semua angan yang pernah ku rasa. Peduli apa tentang rasa ku. Persetan! Bodoh aku ini. Melangkahlah kamu lebih jauh,jangan lagi berpaling selagi angin mlam tetap menghembus. Tapi aku hanya ingin sendiri, renungi malam tadi.
Waktu tak mau lagi memberiku ruang tawa. Iblis iblis disana,mengumpat diriku ini. Mencaci lemahnya aku ini. Tapi Malaikat? Hanya tersenyum menatap wajahku yang muram. Menusuk tajam dalam hati,mencari salah dalam hatiku.
Lagi lagi aku tinggalkan mereka semua. Satu satu langkah kaki lemah ini aku ayunkan. Menopang jiwa lelah tak bertuan. Menatap titik-titik cahaya bintang dalam jemari tangan seraya harap. Menyusurii langkah kelam jalan hitam malam ini. Melangkah dan melangkah tanpa arah tujuan. Terjang semua aral rintang jalan itu. Tatkala waktu memaksa diam hatiku. Hingga terbaring tanpa angan jiwa lemah raga ini.
Meski matahari ke 5 berganti sudah, tak mudah bagiku membuang muka. Jejaknya selalu ku lihat dengan jelas. Langkah pahit yang aku tinggalkan,haramkan aku menjadi orang bijak. Hilangkah semua asa ku untuk tegar kembali? Hingga sesekali Ia datang dalam mimpi dan angan palsu ini.
Mencoba tuk membutakan diri,tapi sulit mata ini terpejam. Bayangnya yang tlah hilang tak lagi aku rasa ada sisi biru itu. Sisi hitam lah sudah semua yang ku alami. Aku ini lah kesalahan terbesar dalam hidup. Berharap bintang yang ku gapai,menanti fajar pada esok pagi. Tapi malam tetap lah malam yang selalu kelam. Bintang pun enggan bersinar. Kabut hitam lah yang selalu aku rasa.
Sesal tak hentinya berteriak mohon ampun. Ingin dia pergi menjauh dari kehidupan semu ini. Aku lah egios itu,tak mampu aku kunci bathin gundah raga yang lain. Dari setengah perjalanan hidup yang belum aku temukan. Mengais sampah-sampah dari jilatan api sepi malam ini. Tak lagi ku rasa kan hangatnya dalam pelukmu.
Bukan lah aku harapan untuk pagi itu,setumpuk masa lalu buram ada padaku. Ingin kembali waktu yang lalu memutar detik saat ku jatuh. Mengenang hari-hari yang sombong menghina ku. Lihat matahari malam itu nan indah. Saat ku tak punyai beban hingga beban itu terjatuh di atas ku.
Takut pun tidak apalagi yang kamu tunggu? Lari lah sejauh apa ia datang. Banyak rahasia belum kau rasa. Tak guna asa kamu pendam. Hancur lah semua karang aral jalanmu itu. Setengah hidupmu di ujung dunia ini,tak ayal hingga sayap patah mu kau ajak terbang, jemput ia di surga.
Hingga mati pun takan lagi kau hidup.
Satu kesempatan takan lagi kau dapat.
Karna waktu tak mampu kau putar.
Dia lah menunggu di sana.
Dia lah setengah dari semua yang kau punya.
Diposting oleh
Fajar Tembong
di
22.36
Label:
hanya emosi,
Harapan untuk pagi,
Malam,
Profesor Muda
Selasa, 23 Februari 2010
Amor Fati
Semilir gersang raga tuah bersaji.
Menjulang langit bertampuk sunyi riuh iblis.
Jualah apa dia berkata tak mudah bimbang terus bertaji. Bukan itu maksud tanah menghembus hawa Amor menari dalam lumpuh layu..
Agung wahana Mu ku injak tanpa binasa tujuh langit pun mengerang ampun sejadi bumi tanpa air.
Sungkan diam kata pun meledak hujam dasar iman penyamun malam.
Tetes darah tak ayal artimu hilang berulang langkah yang kau lewati.
Putih mulai terbahak terbelalak telaah miskin kita.
Meski hujan bukan air. Meski matahari penuh debu. Meski hati sekeras api.
Hitam berdebu wajah riang Sang Pengatur. Bak catur kalah ia lari menang pun menangis.
Demi..
Demi apa?
Demi apa pun isi angan..
Apa?
Tahu apa kamu?
Bodoh kalian semua..
Aku bukan kalian. Aku ini sendiri.
Persetan apa maumu.
Wahai langit sempurnamu tak ia berikan bukan lain Dia akhirnya.
Manusiamu tak cukup goyah gundahkan tatap ujung nadi kucur nyawa hidup raga ini!
Hina lah hanya kau tempati nama atas batu bumi.
Amor Fati.
Raga jiwa anugrah Mu. Di jalan Mu terlalu berliku mengukir hati laksana hujan permata hingga mati.
Menjulang langit bertampuk sunyi riuh iblis.
Jualah apa dia berkata tak mudah bimbang terus bertaji. Bukan itu maksud tanah menghembus hawa Amor menari dalam lumpuh layu..
Agung wahana Mu ku injak tanpa binasa tujuh langit pun mengerang ampun sejadi bumi tanpa air.
Sungkan diam kata pun meledak hujam dasar iman penyamun malam.
Tetes darah tak ayal artimu hilang berulang langkah yang kau lewati.
Putih mulai terbahak terbelalak telaah miskin kita.
Meski hujan bukan air. Meski matahari penuh debu. Meski hati sekeras api.
Hitam berdebu wajah riang Sang Pengatur. Bak catur kalah ia lari menang pun menangis.
Demi..
Demi apa?
Demi apa pun isi angan..
Apa?
Tahu apa kamu?
Bodoh kalian semua..
Aku bukan kalian. Aku ini sendiri.
Persetan apa maumu.
Wahai langit sempurnamu tak ia berikan bukan lain Dia akhirnya.
Manusiamu tak cukup goyah gundahkan tatap ujung nadi kucur nyawa hidup raga ini!
Hina lah hanya kau tempati nama atas batu bumi.
Amor Fati.
Raga jiwa anugrah Mu. Di jalan Mu terlalu berliku mengukir hati laksana hujan permata hingga mati.
Selasa, 12 Januari 2010
Dapatkan Percaya mu

Apa yang anda pikirkan ketika terjadi suatu keadaan yang tentunya tidak anda banyangkan dan bahkan tidak kita inginkan. Sudah pasti akan akan sangat menjengkelkan hal itu terjadi. Mungkin akan sangat malu hingga mukanya merah padam.atau..malah bisa jadi menangis?
Itu hal yang sangat wajar dan terjadi pada setiap manusia. Misalnya saja kita berada di sebuah tempat umum dan melihat seorang teman lama kita sendiri yang sudah akrab. Ketika di sapa dengan begitu ramainya ternyata bukan seseorang yang kita maksud. Sudah pasti ada perasaan yang sangat dan amat membuat kita berhenti sejenak..
Kebanyakan orang mengalami hal-hal tersebut ketika suatu keadaan diluar kendali dari pikiran kita. Seseorang akan mengalami shock ringan,bukan berarti ber pengaruh pada kejiwaan. Ini seperti rasa kaget yang membekas.. Nah..saat itulah seorang tersebut bisa di katakan dalam kondisi yang tak beraturan. Maaf saya katakan begitu..karena beberapa saat setelah kejadian yang tidak di inginkan itu terjadi seseorang tak mampu mengendalikan jalan pikirannya. Dia akan diam sejenak menunggu pikiran tentang hal apa yang akan dilakukan. Ini berpengaruh pada sikap yang di hasilkan setelahnya.
Terkadang rasa percayaan diri yang seorang punya sudah cukup untuk menghadapi kondisi yang tidak kita ingin kan. Hanya saja kemampuan diri untuk mencerna dan mengubah pikiran menjadi tindakan masih sulit. Jangankan kita yang masih awal belajar kehidupan. Seorang profesorpun.saya yakin akan mengalami hal demikian. Hanya saja dia mampu lebih tenang dalam berpikir mencari tindakan baru.
Keadaan seperti ini memaksa seseorang untuk berpikir lebih dari sekedar mengikuti arus. Dari sini kita bisa putus kan apa saja yang harus kita pelajari lebih dalam. Dan hal itu ternyata sudah kita miliki.
- Confidence. Percaya diri yang kita punya terkadang di remehkan oleh diri kita sendiri. Kita menganggap hal hal yang ada di depan kita itu hal yang dirasa sulit. Padahal itu lah kelemahan yang kita punya. Kita bisa memupuk rasa kepercayaan diri kita melalui hal-hal kecil yang detiap saat kita lakukan. Ketika bertemu dengan tetangga, kawan lama, atau orang yang baru kita kenal, anggap saja mereka lah yang sudah akrab. Dan tunjukkan ide-ide kreatif kita dalam pergaulan. Tapi awas..over confidence.
- Smart. Bersikaplah lebih kritis sebelum mengambil suatu putusan. ini akan menentukan hal apa yang akan kita ambil. Jadi meskipun dalam situasi yang tidak kita inginkan kita masih bisa mendapat jalan keluar nya.
- Patient. Sabar lah pasti di sayang tuhan. Pepatah yang belum pernah terpatahkan. Ini jalan paling mudah mencapai titik kecerdasan secara mental. Dalam ber pikir tentu akan lebih mudah mendapatkan Pikitan yang menunjukakan suatu solusi.
jadilah orang sukses.!!!
Minggu, 03 Januari 2010
Persahabatan itu Penting
Dalam hidup sering kita jumpai berbagai masalah yang timbul. Entah itu masalah sosial,ekonomi, agama, atau pun kejiwaan yang ke semuanya berdampak pada sinergitas kehidupan. Terlebih kita sebagai manusia yang notabene adalah mahluk sosial.
Nah dalam usia remaja yang sering kali identik dengan masa-masa di mana seorang anak mencari dan mengembangkan jati diri. Sulit rasanya apabila di masa seperti itu seorang remaja mendapat suatu masalah atau mereka sering sebut I=Trouble.
Kebanyakan orang terutama remaja mencari jati diri mereka melalui suatu hubungan pertemanan atau suatu persahabatan. Dan tentunya lebih cenderung mencari teman sebayanya untuk berinteraksi sosial secara lebih intim. Itulah mengapa sahabat atau kebanyakan teman dalam usia itu biasanya se-umuran. Kenapa? Sebab dalam fase ini seorang remaja mengalami masa transisi dari anak-anak menuju kedewasaan sosial.
Pada fase ini seorang remaja akan lebih mengkritisi informasi yang ia dapatkan. Suatu bentuk intervensi terhadap diri sendiri. Artinya, intervensi dari orang tua mulai ditolak. Di masa ini orang tua di anggap sudah tidak lagi memahami apa dan bagaimana arah pemikiran mereka,sementara mereka mulai mengerti akan tantangan dalam kehidupan. Maka,mereka akan mencari orang yang bisa memahami mereka yaitu teman sebaya.
Teman sebaya atau seumuran akan lebih mengerti masalah-masalah yang di hadapi,meskipun kadang tak tahu dan cenderung sulit mencari solusi. Itupun tidak menutup kemungkinan mereka sendirilah yang akan mencarinya. Misalnya,dalam hal menghadapi masa puber yang pertama. seorang remaja akan lebih banyak berbagi, meminta saran,pendapat, atau bahkan nasihat dari sesama teman yang se-umuran. Tentunya yang sudah saling akrab atau bisa di bkatakan sebagai sahabat. Ini menandakan dalam hubungan sosial di masa remaja akan lebih terdorong untuk mengasah perasaan agar lebih cerdas,baik secara sosial maupun kontrol emosi.
Hal ini sangat penting sebagai pambelajaran awal dimana seorang anak akan mengalami masa-masa sulit untuk mencapai kedewasaan. Tapi masalahnya,pada zaman sekarang ini makin banyak saja rang menyendiri tanpa sahabat. hal ini mungkin di sebabkan makin kecilnya intensitas para remaja dalam berinteraksi sosial. "Permainan remaja di dunia modern ini lebih banyak individual" tidak seperti dulu yang lebih memilih kebersamaan dalam berhubungan. Sangat berbahaya tentunya bagi awal kedewasaan seorang remaja.
Oleh karena itu, baik sebagai orang tua maupun guru akan lebih memahami emosi remaja. Apabila..mereka mengetahui apa arti seorang teman dalam menghadapi masalah. Nah inilah acuan bagi orang tua agar lebih berperan dan menjadi pendorong agar anak mempunyai sahabat.
Kemudian orang tua lah yang berperan aktif dalam mengamati perkembangan anak dengan sahabatnya itu. Jadi..orang tua bukanlah penguasa di rumah,tapi selalu memiliki hak dan bahkan wajib menentukan arah yang baik dalam pergaulan. Sahabat dengat anak? kenapa tidak..
Rabu, 09 Desember 2009

Online online online....
Whaduuh diriku jadi kecanduan online terus menerus.. Pagi siang malem... whaaa...piwe iki..
Lgi aneh ini hari, hawanya yang beda jadi ga karuan rasa dan suasana hati..campur aduk jadi satu. Seneng pasti cewe ku juga ge seneng. Gini lha yang tadi siang seharian dikit pun ga ada rasa dongkol ato apa. padahal ya tugas numpuk, waktu jadi kurang, makan telat, makan se adane tapi koh ya tetep aja ne rasa seneng terus aja nda kurang.
hehehe..
Okelah kalo begitu...
Padahal ya udah dari pagi pe pagi lagi. okeh kita Analisa dulu dari sebagian mereka dan terutama ya meman sebagian yang sangat besar hanya menggunakan untuk online pada facebook(Fb), twitter, Myspace, dan yang pertama keluar dulu friendster. Tapi dari sebanyak itu manusia online di Indonesia sedikit ekali yang memanfaatkannya dengan bijak. Sering kita lihat kasus dunia maya malah jadi ajang kriminal. Upz diangap sebagai kriminal. Kasus Pryta saja terhadap RS OMNI hinga meja hijau. Denda yang ngga sedikit dan tentunya kurungan karena ini negara hukum.
So.. dunia maya jangan kita jadikan sebagai ajang ber ekspresi negatif. Rugi buat kita sendiri.
Mending kita pakai buat yang lebih baik. Edukasi, learning, job, bisnis ato segala yang berguna buat kita. Satu lagi, jangan sekali-kali memakai dunia maya buat hal yang membahayakan kedaulatan negara. Hukum ada di mana-mana. ingat itu..!!!!

Langganan:
Postingan (Atom)
