Cari Blog Ini

Selasa, 12 Januari 2010

Dapatkan Percaya mu


Apa yang anda pikirkan ketika terjadi suatu keadaan yang tentunya tidak anda banyangkan dan bahkan tidak kita inginkan. Sudah pasti akan akan sangat menjengkelkan hal itu terjadi. Mungkin akan sangat malu hingga mukanya merah padam.atau..malah bisa jadi menangis?

Itu hal yang sangat wajar dan terjadi pada setiap manusia. Misalnya saja kita berada di sebuah tempat umum dan melihat seorang teman lama kita sendiri yang sudah akrab. Ketika di sapa dengan begitu ramainya ternyata bukan seseorang yang kita maksud. Sudah pasti ada perasaan yang sangat dan amat membuat kita berhenti sejenak..

Kebanyakan orang mengalami hal-hal tersebut ketika suatu keadaan diluar kendali dari pikiran kita. Seseorang akan mengalami shock ringan,bukan berarti ber pengaruh pada kejiwaan. Ini seperti rasa kaget yang membekas.. Nah..saat itulah seorang tersebut bisa di katakan dalam kondisi yang tak beraturan. Maaf saya katakan begitu..karena beberapa saat setelah kejadian yang tidak di inginkan itu terjadi seseorang tak mampu mengendalikan jalan pikirannya. Dia akan diam sejenak menunggu pikiran tentang hal apa yang akan dilakukan. Ini berpengaruh pada sikap yang di hasilkan setelahnya.

Terkadang rasa percayaan diri yang seorang punya sudah cukup untuk menghadapi kondisi yang tidak kita ingin kan. Hanya saja kemampuan diri untuk mencerna dan mengubah pikiran menjadi tindakan masih sulit. Jangankan kita yang masih awal belajar kehidupan. Seorang profesorpun.saya yakin akan mengalami hal demikian. Hanya saja dia mampu lebih tenang dalam berpikir mencari tindakan baru.

Keadaan seperti ini memaksa seseorang untuk berpikir lebih dari sekedar mengikuti arus. Dari sini kita bisa putus kan apa saja yang harus kita pelajari lebih dalam. Dan hal itu ternyata sudah kita miliki.
  • Confidence. Percaya diri yang kita punya terkadang di remehkan oleh diri kita sendiri. Kita menganggap hal hal yang ada di depan kita itu hal yang dirasa sulit. Padahal itu lah kelemahan yang kita punya. Kita bisa memupuk rasa kepercayaan diri kita melalui hal-hal kecil yang detiap saat kita lakukan. Ketika bertemu dengan tetangga, kawan lama, atau orang yang baru kita kenal, anggap saja mereka lah yang sudah akrab. Dan tunjukkan ide-ide kreatif kita dalam pergaulan. Tapi awas..over confidence.
  • Smart. Bersikaplah lebih kritis sebelum mengambil suatu putusan. ini akan menentukan hal apa yang akan kita ambil. Jadi meskipun dalam situasi yang tidak kita inginkan kita masih bisa mendapat jalan keluar nya.
  • Patient. Sabar lah pasti di sayang tuhan. Pepatah yang belum pernah terpatahkan. Ini jalan paling mudah mencapai titik kecerdasan secara mental. Dalam ber pikir tentu akan lebih mudah mendapatkan Pikitan yang menunjukakan suatu solusi.
Jadi apa salahnya memperdalam dan mengembangkan diri. Toh semua hasilnya kita sendiri yang akan mengalaminya. Mungkin masih lagi berbagai ilmu yang belum sempat kita gali dan pelajari. ikutilah apa yang baik tapi jangn kamu anggap yang buruk itu hal yang harus di tinggalkan..
jadilah orang sukses.!!!

Minggu, 03 Januari 2010

Persahabatan itu Penting


Dalam hidup sering kita jumpai berbagai masalah yang timbul. Entah itu masalah sosial,ekonomi, agama, atau pun kejiwaan yang ke semuanya berdampak pada sinergitas kehidupan. Terlebih kita sebagai manusia yang notabene adalah mahluk sosial.

Nah dalam usia remaja yang sering kali identik dengan masa-masa di mana seorang anak mencari dan mengembangkan jati diri. Sulit rasanya apabila di masa seperti itu seorang remaja mendapat suatu masalah atau mereka sering sebut I=Trouble.

Kebanyakan orang terutama remaja mencari jati diri mereka melalui suatu hubungan pertemanan atau suatu persahabatan. Dan tentunya lebih cenderung mencari teman sebayanya untuk berinteraksi sosial secara lebih intim. Itulah mengapa sahabat atau kebanyakan teman dalam usia itu biasanya se-umuran. Kenapa? Sebab dalam fase ini seorang remaja mengalami masa transisi dari anak-anak menuju kedewasaan sosial.

Pada fase ini seorang remaja akan lebih mengkritisi informasi yang ia dapatkan. Suatu bentuk intervensi terhadap diri sendiri. Artinya, intervensi dari orang tua mulai ditolak. Di masa ini orang tua di anggap sudah tidak lagi memahami apa dan bagaimana arah pemikiran mereka,sementara mereka mulai mengerti akan tantangan dalam kehidupan. Maka,mereka akan mencari orang yang bisa memahami mereka yaitu teman sebaya.

Teman sebaya atau seumuran akan lebih mengerti masalah-masalah yang di hadapi,meskipun kadang tak tahu dan cenderung sulit mencari solusi. Itupun tidak menutup kemungkinan mereka sendirilah yang akan mencarinya. Misalnya,dalam hal menghadapi masa puber yang pertama. seorang remaja akan lebih banyak berbagi, meminta saran,pendapat, atau bahkan nasihat dari sesama teman yang se-umuran. Tentunya yang sudah saling akrab atau bisa di bkatakan sebagai sahabat. Ini menandakan dalam hubungan sosial di masa remaja akan lebih terdorong untuk mengasah perasaan agar lebih cerdas,baik secara sosial maupun kontrol emosi.

Hal ini sangat penting sebagai pambelajaran awal dimana seorang anak akan mengalami masa-masa sulit untuk mencapai kedewasaan. Tapi masalahnya,pada zaman sekarang ini makin banyak saja rang menyendiri tanpa sahabat. hal ini mungkin di sebabkan makin kecilnya intensitas para remaja dalam berinteraksi sosial. "Permainan remaja di dunia modern ini lebih banyak individual" tidak seperti dulu yang lebih memilih kebersamaan dalam berhubungan. Sangat berbahaya tentunya bagi awal kedewasaan seorang remaja.

Oleh karena itu, baik sebagai orang tua maupun guru akan lebih memahami emosi remaja. Apabila..mereka mengetahui apa arti seorang teman dalam menghadapi masalah. Nah inilah acuan bagi orang tua agar lebih berperan dan menjadi pendorong agar anak mempunyai sahabat.
Kemudian orang tua lah yang berperan aktif dalam mengamati perkembangan anak dengan sahabatnya itu. Jadi..orang tua bukanlah penguasa di rumah,tapi selalu memiliki hak dan bahkan wajib menentukan arah yang baik dalam pergaulan. Sahabat dengat anak? kenapa tidak..